Kekacauan ini bermula saat saya Menginjak masa Remaja.
Saya yang mulai berfikir dan bertindak sesuai Otak saya, mengidap semacam Tempramen emosi.
Terkadang Emosi tersebut muncul disaat org tua Tempramen terhadap saya di dalam Rumah.
Disaat org tua Saya melmpiaskan kata2 kasar dan menyakiti perasaan saya, disitu Amarah saya sedang Memuncak.
Namun bagaimana, Menjadi anak muda yang tak tau arah, saya merasa Kebingungan dalam bersikap.
Antara diam, Namun Nyeri dan membuat Mood saya sangat Kacau. Atau Saya Membalas kata2 kasarnya, Namun itu serasa tidak baik.
Dan Begitulah adanya, Fakta bahwa saya sedang tersesat.
Saat Saya belajar Agama Islam, Saya diajarkan Untuk selalu baik dg org Tua, iya saya bisa menerima itu, Namun Beda kondisi dimana Disaat Konflik dimulai, Apa anjuran agama tersebut sangat Sulit dan Tidak Karuan untuk dilakukan.
Ntah Apa apa Masalahnya, Saya curiga ini masalah Zaman, dimana Seorang Org tua sudah Tersesat seorang anak pun Juga ikut tersesat dalam cara Berperilaku.
Sama2 tdk bisa diajak kerja sama, dimana Org tua ingin Mengatur dan memperlakukan anaknya seenak mood mereka. sedangkan Seorang anak juga Berantakan mentalnya karena pengaruh Teknologi, sehingga seorang Anak Sangat mudah Tempramen emosi.
Diperparah juga disaat Anak yg susah bahkan tdk bisa curhat dan terbuka kepada org tuanya , karena Susahnya org tua mendengan dan diam mendengar cerita dan keluh kesah anaknya. alih2 mendengar curhat, kadang mereka lebih banyak mengkritik dan menyalah2kan perbuatan seorang anak.
Bisa jadi diperparah juga oleh Ekpektasi2 orgbtua terhadap seorang anak, sedangkan seorang anak susah untuk menuruti segala macam bentuk ekpektasi tersebut, dan membuat anak semakin tertekan.
dan banyak Lgi sebenarnya masalah2 yg membuat kita semakin Tersesat dalam hal ini.
Komentar
Posting Komentar